Sejarah Berdirinya ATWM
Perintisan berdirinya Yayasan Wacana Manunggal Semarang pada awal tahun 1991 terutama didorong rasa keprihatinan atas penyaluran para lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Jawa Tengah yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dikarenakan daya tampung Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak dapat menampung seluruh lulusan SLTA yang berminat untuk melanjutkan studinya.
Program Pemerintah waktu itu menyongsong PJPT II yang sangat membutuhkan tenaga menengah khususnya bidang teknik, dimana hasrat mereka pada waktu itu, sebagian besar tidak tertampung karena dalam dasa warsa awal sembilan puluhan, di Semarang hanya terdapat satu Akademi Teknik, yaitu Akademi Teknologi Semarang.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut serta dalam usaha membantu Pemerintah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang, maka diwujudkanlah suatu cita-cita mendirikan suatu "Yayasan Wacana Manunggal" dengan Akte Notaris R. Widyarso Kurniadi, SH No.3 tanggal 1 Pebruari 1991 di Semarang sebagai langkah persiapan berdirinya sebuah Akademi di Kota Semarang.
Adapun tokoh-tokoh yang pada waktu itu memprakarsai pembentukan yayasan tersebut ialah :
1. DR. Ir. Fransiskus Senduk, MM
2. Yuliati
3. Drs. Bambang Sutejo
4. Magdalena Tuari Senduk
Dengan mendapat dorongan dan bantuan sepenuhnya dari Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dan Pemerintah daerah Jawa Tengah, pada tanggal 1 Juni 1992 dibukalah dengan resmi sebuah Akademi Teknik di Kota Semarang yang diberi nama Akademi Teknik Wacana Manunggal Semarang yang disingkat ATWM.
